Mr. Crack

Bandung, Bandara Husein Sastranegara, 10 Agustus 1995, bangsa ini berhasil membuktikan kepada dunia bahwa SDM kita siap bersaing di bidang IPTEK. Ya, kita sudah mampu membuat pesawat terbang sendiri. Di hari itu, N250 PA-1 dengan sandi Gatotkaca/Gatotkoco berhasil mengudara selama 55 menit, disaksikan langsung oleh Presiden Soeharto dan tamu-tamu luar negeri. Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang akrab kita sebut Pak Habibie adalah otak di balik keberhasilan ini.

Bagi anak-anak yang tumbuh di era 90-an, Habibie kerap dijadikan role model atas hasil dari ketekunan, kerja keras, belajar, belajar dan belajar. Habibie secara tidak langsung memberikan motivasi kepada kita untuk rajin belajar agar pintar seperti dirinya, dan jika beruntung juga dapat membuat pesawat terbang. Orang tua atau guru kita paling tidak pernah berkata seperti ini, “belajar yang rajin, supaya pintar seperti Pak Habibie”, “Kalau sudah besar jadi pilot saja, biar bisa nerbangin pesawatnya Habibie”. Kira-kira seperti itu dan masih banyak lagi. Pintar adalah Habibie. Pintar adalah pesawat terbang, pesawat terbang dibuat oleh orang pintar, orang pintar pasti bisa membuat pesawat terbang, jika tidak pintar tidak bisa membuat pesawat terbang, jika tidak pintar dan tidak bisa membuat pesawat terbang maka kita gagal menjadi seperti Habibie, jika kita tidak seperti Habibie berarti kita (maaf) bodoh. Mungkin salah satu dari kita pernah ada yang berkesimpulan seperti itu ketika masa sekolah dasar dulu.

Saya selalu kagum dan hormat senjata kepada siapa saja yang mampu/telah menghasilkan karya yang dapat memberikan pengaruh besar bagi orang lain. Dan siapa yang tidak terinspirasi oleh beliau atau paling tidak ingin menjadi seperti dirinya? Demi menjadi seperti Habibie, saya memaksa diri untuk ikhlas berangkat ke sekolah setiap pagi. Demi menjadi seperti Habibie, saya mencoba menjalin hubungan yang lebih dalam dengan matematika dan fisika walaupun akhirnya kita tidak dapat pernah bersatu (Tuhan memang satu, kita yang tak sama :p). Demi menjadi seperti Habibie, saya selalu makan makanan bergizi agar tubuh dan otak saya mendapat asupan nutrisi yang cukup agar mampu menyerap ilmu-ilmu dengan baik, meskipun pada kenyataanya lebih banyak lemak yang terserap, dan masih banyak lagi yang rela saya lakukan demi menjadi sepintar dan secerdas Habibie. Karena nama Habibie yang kerap dihubungkan dengan pesawat terbang pula, saya dan jutaan anak di Indonesia pernah bercita-cita untuk menjadi seorang pilot, insinyur, bersekolah di Jerman dan mempunyai sederet gelar. Pengaruh-pengaruh positif seperti itu yang membuat saya menjadikan Habibie sebagai sosok yang pantas untuk dikagumi, sampai sekarang.

Artwork ini saya buat untuk mengenang masa jaya kedirgantaraan bangsa Indonesia 20 tahun silam serta merupakan bentuk rasa hormat saya atas sosok beliau yang telah memberikan pengaruh besar pada perkembangan IPTEK dan motivasinya kepada anak-anak Indonesia.
Maafkan kami yang pada akhirnya harus mengakui bahwa kita tidak akan mampu untuk menandingi kecerdasan Bapak. Maafkan kami yang sering kurang menghargai pendidikan. Maafkan kami yang minim karya dan minim kontribusi untuk kemajuan bangsa. Terima kasih atas inspirasi, motivasi dan segala yang telah Bapak abdikan untuk bangsa ini.

Sehat selalu, Pak Habibie.
😀

habibie - mr crack

Skills

Portfolio